Friday, June 20, 2008

Si The Incredible Hulk: Nostalgia Pecinta Hulk

Nah si makhluk hijau gede alias Hulk ada tuh, sapa yang mau nuntuuuuuun.......katanya sech rame, tp gw lum nuntun tuh, tp kpan2 mau lah. Sebelum nuntun, baca ja artikelnya

ini dia artikelnya


Setelah masa jayanya di tahun 80-an, beberapa sineas berusaha mengangkat kisah 'Hulk' ke layar lebar. Masih sama dengan serialnya, Bruce Banner (Edward Norton) adalah pria menjadi korban percobaan radiasi gamma. Setiap denyut jantungnya melebihi 200 maka ia akan berubah membesar menjadi raksasa hijau yang menakutkan.

Di versi layar lebar 'The Incredible Hulk' kisahnya tak jauh berbeda. Bruce Banner tengah berada di Mongolia, dalam persembunyian setelah tragedi lab percobaan. Ketika itu Bruce yang terpapar sinar gamma berubah menjadi raksasa Hulk, menghancurkan lab, dan menyakiti orang-orang termasuk wanita yang dia sayangi, Betty Ross (Liv Tyler).

Selama persembunyiannya, Bruce hidup normal bekerja di sebuah pabrik dan sukses mengontrol amarahnya. Ia juga mempelajari seni meditasi agar bisa mengatur emosi sehingga tidak berubah menjadi Hulk.

Di tempat yang berbeda di Amerika, ayah Betty Ross masih berupaya melacak keberadaan Bruce. Menemukan Bruce menjadi prioritas karena dengan meneliti gennya, militer bisa menciptakan prajurit-prajurit superpower untuk mempertahankan keamanan.

Aksi pengejaran Bruce ini yang bisa membuat penonton melek sepanjang film. Tak hanya itu, kehadiran Liv Tyler sebagai kekasih Bruce juga cukup menghibur di tengah suasana film yang menegangkan dan penuh dengan aksi kejar-kejaran.

Ketegangan semakin memuncak ketika Hulk bertemu dengan lawan yang seimbang. Adegan pertempuran Hulk dengan lawannya mengingatkan penonton pada film-film semacam 'Godzilla' atau 'Kingkong'.

Secara keseluruhan, film ini cukup lumayan sebagai ajang nostalgia untuk pecinta Hulk. Tapi dari sisi cerita tak banyak berbeda dengan versi televisi, hanya dari sisi efek dan penggarapan yang memang lebih memanjakan mata.